Tidak Ada Seorangpun, Bahkan Nabi Tidak Dapat Memberikan Hidayah Taufik

Tidak Ada Seorangpun, Bahkan Nabi Tidak Dapat Memberikan Hidayah Taufik

Saudaraku,

“Sesungguhnya kamu (hai Muhammad tak sanggup memberikan hidayah (petunjuk) kepada orang-orang yang kamu cintai, akan tetapi Allah lah yang memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki Nya.” (Qur’an Surat al Qashash ayat 57).

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

“Sesungguhnya kamu (hai Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah lah yang memberi petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (Qur’an Surat al Qashash ayat 57).

Diriwayatkan dalam shahih Bukhari, dari Ibnu Musayyab, bahwa bapaknya berkata: “Ketika Abu Thalib akan meninggal dunia, maka datanglah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, dan pada saat itu Abdullah bin Abi Umayyah, dan Abu Jahal ada disisinya, lalu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Wahai pamanku, ucapkanlah ‘la ilaha illallah’ kalimat yang dapat aku jadikan bukti untukmu dihadapan Allah”.

Tetapi Abdullah bin Abi Umayyah dan Abu Jahal berkata kepada Abu Thalib: “Apakah kamu membenci agama Abdul Muthalib? Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengulangi sabdanya lagi, dan mereka berduapun mengulangi kata-katanya pula. Maka ucapan terakhir yang dikatakan oleh Abu Thalib adalah: bahwa ia tetap masih berada pada agamanya Abdul Muthalib, dan dia menolak untuk mengucapkan kalimat ‘la ilaha illallah’, kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “sungguh akan aku mintakan ampun untukmu kepada Allah, selama aku tidak dilarang”.

Lalu Allah menurunkan firman-Nya, “Tidak layak bagi seorang Nabi serta orang-orang yang beriman memintakan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik.” (QS. At Taubah: 113). H.R Al Bukhari (1370), Muslim (24) dan Ahmad dalam Al Musnad (5/168 dan 433)

“Sesungguhnya kamu (hai Muhammad tak sanggup memberikan hidayah (petunjuk) kepada orang-orang yang kamu cintai, akan tetapi Allah lah yang memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki Nya.” (QS. Al Qashash: 57).

Kandungan bab ini:

  1. Qur’an surat Al Qashash ayat 57 menunjukkan bahwa hidayah (petunjuk) untuk masuk Islam itu hanyalah di Tangan Allah ta’ala saja, tidak ada seorangpun yang dapat menjadikan seseorang menapaki jalan yang lurus ini kecuali dengan kehendak-Nya; dan mengandung bantahan terhadap orang-orang yang mempunyai kepercayaan bahwa para nabi dan wali itu dapat mendatangkan manfaat dan menolak madharat, sehingga diminta untuk memberikan ampunan, menyelamatkan diri dari kesulitan, dan untuk kepentingan kepentingan lainnya.
  2. Qur’an surat At Taubah ayat 113 menunjukkan tentang haramnya memintakan ampun bagi orang-orang musyrik; dan haram pula berwala’ (mencintai, memihak dan membela) mereka.
  3. Permintaan ampun Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam untuk Abu Thalib tidak di kabulkan, ia tidak diampuni, bahkan beliau Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dilarang memintakan ampun untuknya.
  4. Bahayanya berkawan dengan orang-orang berpikiran dan berprilaku jahat.

Sumber:
Kitab Tauhid – Syaikh Muhammad At-Tamimi Rahimahullah

Tentang Kami

Website sebagianmalam.com adalah situs dakwah sunnah yang menyebarkan dakwah Islamiyah Ahlu Sunnah wal Jama’ah yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman para Sahabat ridwanullah ‘alaihim jami’an. Moto sebagianmalam.com adalah “Beriman, Kemudian Istiqamahlah.”

Materi sebagianmalam.com merupakan faedah ilmu dari majelis-majelis ilmiyah as-Salafy al-Atsari di D.I Yogyakarta. Muatan sebagianmalam.com terdiri dari Aqidah, Manhaj, Tafsir, Tarbiyah, Sirah Nabawi, Fatwa dan Faedah, Fiqih serta Muammalah.

Selengkapnya