Penyusun: Farid Ibrahim, S.Si
Khutbah Pertama
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأََرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ. أَمَّا بَعْدُ.
Kaum Muslimin Rahimakumullah,
Hari ini, Jum’at 24 Mei 2024 / 15 Dzulqo’dah 1445, kita berada pada jarak sekitar 9 bulan 15 hari menuju Ramadhan 1446. Satu hal yang perlu kita renungkan: Jangan sampai kita menjadi “Hamba Ramadhan” semata.
Persoalan ilmu bukan hanya tentang kapan kita mengamalkannya, namun yang lebih penting adalah bagaimana kita istiqomah di dalamnya. Kita merindukan kelanggengan dalam beramal shalih, sebab Nabi ﷺ bersabda:
وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607).
Ramadhan bukanlah seremoni tahunan yang selesai begitu saja. Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah menukil perkataan para salaf:
“Dahulu mereka (para salaf) berdoa kepada Allah selama 6 bulan agar mereka disampaikan pada bulan Ramadhan. Kemudian mereka juga berdoa selama 6 bulan agar Allah menerima amalan mereka.” (Latha’if Al-Ma’arif hal. 232).
Jamaah sekalian, perhatikanlah alumni Ramadhan. Tujuan besar puasa kita adalah agar menjadi orang yang bertakwa (QS. Al-Baqarah: 183) dan diampuni dosa-dosanya (HR. Bukhari & Muslim). Oleh karena itu, tekad kita pasca Ramadhan adalah tidak mengulangi kesalahan masa lalu. Jujurlah pada hati nurani; tinggalkanlah dosa-dosa tersebut.
Memahami Makna Islam yang Sebenarnya
Allah ﷻ mengaruniakan nikmat terbesar berupa Islam dan Iman. Namun, sedikit yang benar-benar memahami hakikat berislam. Para ulama menjelaskan:
اْلإِسْلاَمُ: َاْلإِسْتِسْلاَمُ ِللهِ بِالتَّوْحِيْدِ وَاْلإِنْقِيَادُ لَهُ باِلطَّاعَةِ وَالْبَرَاءَةُ مِنَ الشِّرْكِ وَأَهْلِه “Islam adalah berserah diri kepada Allah dengan bertauhid, tunduk dan patuh kepada-Nya dengan ketaatan, dan berlepas diri dari perbuatan syirik serta para pelakunya.”
- Berserah diri dengan Tauhid: Mengadu, berharap, dan berdoa hanya kepada Allah ﷻ, bukan pada manusia atau status media sosial.
- Tunduk dengan Ketaatan: Melaksanakan shalat, zakat, dan sedekah dengan sungguh-sungguh demi Allah, bukan mencari pujian manusia.
- Menjauhi Kesyirikan: Sebagaimana shalat bisa batal, syahadat pun bisa rusak karena kesyirikan.
Allah ﷻ berfirman:
لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ “Jika kamu berbuat syirik, niscaya akan terhapuslah amalanmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az-Zumar: 65).
أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين…
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
Kaum Muslimin Rahimakumullah,
Nikmat yang kedua adalah Iman. Kita tidak boleh menyangka bahwa iman itu stabil dan akan menetap selamanya tanpa usaha penjagaan. Keyakinan yang benar adalah: Iman itu bisa bertambah dan berkurang.
Sebagaimana firman Allah ﷻ:
وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا “Supaya orang yang beriman bertambah imannya.” (QS. Al-Mudatsir: 31).
Sahabat Abu ad-Darda radhiyallahu ‘anhu berkata: “Iman itu bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.” Maka, jagalah keislaman dan keimanan kita dengan istiqomah beramal shalih hingga meraih Husnul Khatimah.
Janganlah sombong dengan amal yang sudah dilakukan, dan jangan mencela mereka yang belum baik. Ukuran sesungguhnya adalah akhir hayat seseorang. Inilah perjuangan kita yang sebenarnya.
Penutup & Doa
Semoga Allah ﷻ menerima amalan kita semua, memberikan taufik untuk memahami agama dengan dalil yang shahih, dan mewafatkan kita dalam keadaan Husnul Khatimah.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْواتِ. اللهُمَّ تَقَبَّل دُعَاءَنَا يَارَبَّ العَالَمِيْن.
اللهُمَّ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ. رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
Penyusun: Abu Abdillah Farid Ibrahim Situs: Sebagianmalam.my.id Selesai Disusun: Rumah Masa Kecil, Indramayu 1 Syawal 1445 H / 9 April 2024
Sumber Rujukan:
- Radio Rodja (Ketakwaan kepada Allah)
- Almanhaj.or.id (Pengertian Islam dan Tingkatannya)
- Muslim.or.id (Syirik Penghapus Amal, Iman Bertambah & Berkurang)
- Rumaysho.com (Amalan Tergantung Akhirnya, Khutbah Idul Fitri)




