Seseorang masuk masuk masjid untuk menunaikan shalat maghrib, sedangkan di masjid orang-orang tengah melaksanakan shalat isya, Maka apa yang harus diperbuat?
Berkata Syaikh Nashiruddin al-Albani,
Dia boleh bermakmum di belakang imam yang shalat isya, dengan niat shalat maghrib. Ketika imam berdiri untuk melaksanakan rakaat keempat, dia berniat memisahkan diri dengan imam sambil tetap duduk bertasyahud serta menyelesaikan shalat maghribnya sendiri.
(Terjemah) Fatwa-fatwa Syaikh Nashiruddin al-Albani, Media Hidayah cetakan pertama. hal. 84
Tambahan: Pendapat ini sebagaimana pendapat Syaikh Utsaimin yakni memisahkan diri dari imam. Bolehnya memisahkan diri dari imam sebagaimana shalat khauf.
Tambahan ke dua : Jika dia musyafir, dia boleh langsung bergabung kembali dengan imam yang sedang menyelesaikan rakaat keempat isyanya. Akhirnya dia mendapatkan shalat maghrib dan isya bersama imam, walhamdulillah kemudahan syariat yang Allah ta’ala turunkan kepada umat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.


