بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Syariat Ziarah Kubur
Amal shalih ziarah kubur tidak disyariatkan pada kuburan yang dikenal, jika tujuannya untuk melembutkan hati maka kuburan manapun bisa menjadi pengingat kematian baik kuburan muslim maupun kuburan kafir.
Adapun jika tujuannya mendo’akan si Mayit maka harus diketahui kuburan tersebut adalah muslim.
Oleh sebab tujuan ziarah untuk melembutkan hati dan mengingat kematian maka tidak harus dari kuburan muslim. Maka, tujuan ziarah kubur adalah untuk 1) melembutkan hati dan 2) Mendoakan mayit
Do’a Masuk Kubur
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insyaallah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”
(Diriwayatkan oleh Ahmad 25855, Muslim 975, Ibnu Hibban 7110, dan yang lainnya).
Fiqih Do’a Masuk Kubur,
- Hikmah yang menarik dari do’a masuk kuburan adalah adanya ucapan إِنْ شَاءَ اللهُ. Hal ini menunjukkan bolehnya mengucapkan إِنْ شَاءَ اللهُ untuk perkara yang pasti. Bukankah setiap makhluk akan mati, dan insyaallah akan menyusul orang-orang yang lebih dahulu mati. Semisal dengan perkara ini adalah ucapan, “Insyaallah dunia ini akan kiamat.”
- Mengucapkan kalimat thoyiba إِنْ شَاءَ اللهُ dalam rangka bertabaruk dengannya.
- Bagaimana jika saat ziarah, juga berdo’a untuk diri sendiri?
Jika doa untuk diri sendiri bukan tujuan utama namun hanya sebagai tambahan maka boleh. Sebagaimana dalam do’a masuk kuburan:
وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
“Kami insyaallah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.” Dalam do’a masuk kubur tersebut terdapat do’a yang diselipkan untuk diri sendiri yakni meminta keselamatan.
Namun jika do’a untuk diri sendiri adalah sebagi tujuan utama seseorang melakukan ziarah maka hal ini dilarang.
Ziarah Bagi Wanita
Ulama berselisih pendapat dalam perkara ini, namun yang perlu diketahui ulama yang mengharamkan sekalipun masih membuka peluang bolehnya wanita ziarah, dengan syarat: hadirnya wanita dikuburan untuk berziarah bukan sebagai tujuan utama. Namun perempuan ini hanya melintas di satu jalan, kemudian dia mendapati ada kuburan muslim. Sekonyong-konyong perempuan ini mampir dan berziarah untuk mendoakan si mayit. Maka hal ini diperbolehkan.
Macam-macam niat berdo’a dikuburan yang dilarang
- Meminta hajat pada mayit
“Mbah, Syaikh, Habib saya ingin usaha lancar.” dan ucapan semisalnya maka ini Musyrik, Mengeluarkan dari Islam.
- Meminta agar mayit berdo’a pada Allah
” Mbah, Syaikh, Habib tolong sampikan/haturkan pada Allah agar usaha saya lancar.” dan ucapan semisal ini maka Musyrik, namun ulama khilaf apakah mengeluarkan dari islam atau tidak.
- Meminta hajat dengan menyebut kedudukan/karomah mayit
” Mbah, Syaikh, Habib , Sunan, Wali yang memiliki karomah, semoga dengan karomah ini Allah menolong usaha saya.” dan ucapan semisalnya adalah bid’ah yang nyata dan membawa pada jurang kesyirikan.
Apakah berziarah pada orang tua adalah keharusan?
Bukan keharusan, mendoakanlah yang paling pokok. Mendoakan dapat dari mana saja dengan do’a-do’a yang disyariatkan.
رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيَّ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ يَوۡمَ يَقُومُ ٱلۡحِسَابُ
Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).” (Qur’an surat Ibrahim, Ayat 41).
Serta do’a lainnya yang bersumber dari Qur’an dan hadis shahih.
Bagaimana hukum makan-makan di keluarga mayit?
Letak makruhnya apabila keluarga mayit menyiapkan makanan kemudian orang-orang berkumpul untuk suatu acara.
Adapun sekedar minum dan makan boleh saja sesuai kebutuhan. Misal, ada orang datang dari luar kota untuk bertakziah. Lantas mereka minum sebab perjalanan yang jauh maka tidak masalah.
Apakah mendoakan mayit muslim harus datang di kuburannya?
Mendoakan mayit muslim tidak harus datang ke kuburannya, namun perlu diingat ada amal shalih ziarah yang dapat melembutkan hati di saat itu pulalah kita mendoakan si mayit.
Demikian saya nukil dari majelis ilmu Ustadz Aris Munandar,
Wallahu alam bishawab
Masjid Jogokaryan, Yogyakarta
Selasa, 25 Muharram 1441 / Senin, 23 September 2019


