Do’a dan Dzikir Shahih Selepas Shalat Fardhu Meneladani Sunnah Nabi Muhammad ﷺ

Do’a dan Dzikir Shahih Selepas Shalat Fardhu Meneladani Sunnah Nabi Muhammad ﷺ

Saudaraku,

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Qur’an surat al-A’raaf ayat 55.)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Seorang muslim menegakkan shalat fardhunya lima kali dalam sehari semalam. Sebuah karunia yang agung tatkala Allah berikan kerinduan kita untuk senantiasa berdzikir kepada-Nya. Dzikir selepas shalat tidak disyaratkan harus dalam posisi duduk, melainkan boleh dalam kondisi berdiri maupun berbaring. Allah ta’ala berfirman,

ٱلَّذِينَ يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمٗا وَقُعُودٗا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring. (Qur’an surat Ali-Imraan, ayat 191)

Maka tidak ada alasan bagi kita untuk meninggalkan dzikir selepas shalat. Baik sambil duduk, berjalan maupun berbaring.

Dzikir 1

(dibaca 3 kali) أَسْتَغْفِرُ اللهَ

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ.

“Aku memohon ampun kepada Allah”.

“Ya Allah, Engkau Yang Maha Memberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan”.

Dzikir 2

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَاالْجَدِّمِنْكَ الْجَدُّ

“Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.”

Dzikir 3

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُالْحَسَنُ

.لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

“Tiada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujaan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepadaNya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir sama benci”.

Dzikir 4

(dibaca 3 kali) سُبْحَانَ اللهِ

(dibaca 3 kali) الْحَمْدُ لِلَّهِ

(dibaca 3 kali) اللهُ أَكْبَرُ

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.

“Maha Suci Allah”.

“Segala puji bagi Allah”.

“Allah Maha besar.”

“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. Hanya milikNya kerajaan (semesta ini) dan segala puji hanya bagiNya, dan Dia mahakuasa atas segala sesuatu”.

Dzikir 5

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ . وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ . وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ . وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh. Dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ . مَلِكِ النَّاسِ.  إِلَهِ النَّاسِ.  مِنْ شَرِّ الوَسْوَاسِ الخَنَّاسِ.  الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُوْرِ النَّاسِ.  مِنَ الجِنَّةِ وَالنَّاسِ

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

“Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan (Rob/yang memelihara) manusia, Raja manusia, Sembahan (Ilaah) manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam manusia, dari golongan jin dan manusia”.

Dzikir 6

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar“.

Dzikir 7 (dibaca 10 kali setiap sesudah shalat maghrib dan subuh)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.

“Tiada Rabb yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, bagiNya kerajaan, bagi-Nya segala puja. Dia-lah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi roh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu”.

Dzikir 8 (dibaca setiap sesudah shalat subuh)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang diterima”.

Dzikir 9

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, tolonglah aku dalam berdzikir, bersyukur, dan beribadah yang baik kepada-Mu”.

Catatan

Syaikh al-Albani rahimahullah mengatakan, “Berdzikir dengan biji-bijian termasuk perbuatan yang diada-adakan dalam agama”.

Yang merupakan sunnah dalam berdzikir dan meneladani Nabi Muhammad ﷺ adalah menggunakan jari-jemari tangan kanan. Sahabat Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma menuturkan, “Aku melihat Rasulullah ﷺ menghitung bacaan tasbih dengan jari-jari tangan kanan beliau”.

Selanjutnya, Allah ﷻ memerintahkan berdzikir dengan suara yang lirih sesuai dengan kandungan surat al-A’raf ayat 55 dan 205.

ٱدۡعُواْ رَبَّكُمۡ تَضَرُّعٗا وَخُفۡيَةًۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُعۡتَدِينَ

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” Qur’an surat al-A’raaf ayat 55.

وَٱذۡكُر رَّبَّكَ فِي نَفۡسِكَ تَضَرُّعٗا وَخِيفَةٗ وَدُونَ ٱلۡجَهۡرِ مِنَ ٱلۡقَوۡلِ بِٱلۡغُدُوِّ وَٱلۡأٓصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلۡغَٰفِلِينَ

“Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.” Qur’an surat al-A’raaf ayat 205.

Lihat Tafsir Ibnu Katsir untuk penjelasan kedua ayat tersebut.

Penutup

Risalah ini merupakan ringkasan dari buah karya ‘Ulama besar, Syaikh Muhammad Nashirudin al-Albani rahimahullah dan Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr hafizhahullah. Kami mengharap Wajah Allah ﷻ semata, semoga e-Book ini dapat menjadi buku saku bagi saudara-saudari yang dirahmati Allah ﷻ. Kami menyalin riwayat hadisnya pada catatan kaki sesuai dengan buku rujukan untuk menguatkan secara ilmiah bahwa doa-doa ini shahih dan dapat menjadi hujjah bagi pembaca.

Silakan saudara-saudari sekalian dapat menyebarkan e-Book ini. Beriman, kemudian istiqamahlah di jalan yang lurus yakni al-Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad ﷺ sesuai dengan pemahaman para sahabat radhiallahu ajma’in.

Wallahu ta’ala ‘alam bishowab, wa sholallahu ‘ala nabi Muhammad

Diselesaikan di Bumi Allah ﷻ

Gumuk Pasir Parangtritis, 17 Dzulhijjah 1439 H

Unduh Versi *.pdf

Referensi

[Terjemah] Kitab adz-Dzikru wa ad-Du’a fi Dhau’il Kitab wa as-Sunnah. Edisi Indonesia Kumpulan Do’a dan Dzikir dalam al-Qur’an dan as-Sunnah. Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr. Penerbit Masjid Nur ‘Ala Nur.

Sifat Shalat Nabi ﷺ Seakan-akan Anda Menyaksikannya. Cetakan IX, Dzul Qo’dah1438. Syaikh Muhammad Nashirudin al-Albani. Penerbit Darul Haq. Jakarta

Muraja’ah

Ustadz Muhammad Romelan, Lc., M.Ag

Tentang Kami

Website sebagianmalam.com adalah situs dakwah sunnah yang menyebarkan dakwah Islamiyah Ahlu Sunnah wal Jama’ah yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman para Sahabat ridwanullah ‘alaihim jami’an. Moto sebagianmalam.com adalah “Beriman, Kemudian Istiqamahlah.”

Materi sebagianmalam.com merupakan faedah ilmu dari majelis-majelis ilmiyah as-Salafy al-Atsari di D.I Yogyakarta. Muatan sebagianmalam.com terdiri dari Aqidah, Manhaj, Tafsir, Tarbiyah, Sirah Nabawi, Fatwa dan Faedah, Fiqih serta Muammalah.

Selengkapnya