Khotbah Jum’at : Berbakti Pada Orang Tua

Khotbah Jum’at : Berbakti Pada Orang Tua

Saudaraku,

Hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. (Qur’an surat al-Isra’, ayat 23).

اسلام عليكم و رحمة ا الله و بركا ته

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ‘ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ,وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأََرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَاوَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

أَمَّا بَعْدُ

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah ta’ala

Setiap dari kita adalah anak. Adanya kita didunia adalah sebab adanya Ayah dan Ibu. Meskipun ada sebagian orang yang terlahir tanpa kehadiran ayah, atau justru ada bayi yang dilahirkan dengan konsekuensi ibunya meninggal. Mungkin juga sebagaian yang lain, ditinggal ayah dan ibu sejak kecil. Apapun kondisi manusia, setiap dari kita adalah sebab adanya Ayah dan Ibu. Allah memberikan kedudukan yang tinggi bagi posisi ayah dan ibu dalam agama islam.

Allah berfirman, 

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (Qur’an surat al-Isra’, ayat 23).

Dalam ayat tersebut, Allah melarang hamba untuk berbuat syirik dengan menyembah selain Allah. Sedangkan syirik adalah dosa paling besar, hukumannya kekal di dalam neraka.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (Qur’an surat an-Nisaa, ayat 48).

Kembali pada Qur’an surat al-Isra’, ayat 23 Allah menggandengkan larangan syirik kepada Allah dan larangan durhaka kepada orang tua. Hal ini menunjukkan kepada kita kemaksiatan terbesar kepada Allah adalah Syirik, dan kemaksiatan paling besar pada manusia adalah durhaka kepada orang tua.

Ibnu Katsir menjelaskan tentang ayat فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ  jangan katakan “uf” atau “ah”. Maksudnya jangan mengucapkan kata-kata kepada orang tua perkataan yang menyakiti hati orang tua. Meskipun sekedar “ah” yang merupakan tingkatan terendah dari sikap buruk.” (Tafsir Ibnu Katsir).1

Tatkala diperintah oleh orang tua, seorang anak enggan dan malas dengan perintah orang tua kemudian dia mengatakan, “ah” saja sudah tergolong dalam kedurhakaan kepada orang tua.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah ta’ala

Ingatlah, sebab mereka kita ada di dunia. Sebab orang tua, kita terlahir di dunia kemudian kita mendapat kesempatan untuk beribadah.

Bukankah tujuan kita didunia untuk ibadah? Allah berfirman, 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (Qur’an surat adz Dzariyat, ayat 56).

Sehingga diantara bentuk bakti pada orang tua adalah seorang anak giat beribadah, beramal shalih, menuntut ilmu agama semoga itu menjadi jariyah bagi orang tua.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ : إِلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Jika seorang wafat, maka terputuslah amalannya, kecuali 3 hal: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan orang tua.” (Diriwayatkan oleh Muslim, no. 1631)

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah ta’ala

Ketahuilah diantara adab-adab kepada orang tua. Rendah diri dan mendoakan orang tua. Allah berfirman,

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (Qur’an surat al-Isra, ayat 24)

Allah yang memerintahkan seorang anak untuk bersikap kasih sayang kepada orang tua, dan Allah menyuruh seorang anak untuk senantiasa mendo’akan orang tua. Misal dengan lafadz,

رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Adab yang lain ialah, tidak berjalan mendahului orang tua, tidak duduk mendahului orang tua dan jangan memanggil nama kecuali dengan kasih sayang.

Diriwayatkan dalam Kitab Ibnu As-Sunni, dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah berjalan di depannya, jangan membantahnya, jangan duduk sebelum orang tua duduk, jangan memanggilnya hanya dengan namanya saja.” Yang dimaksud jangan membantah adalah membantah orang tua ketika orang tua mengingatkan keras atau mengajari adab pada kita.

Diriwayatkan dalam Kitab Ibnu As-Sunni, dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah berjalan di depannya, jangan membantahnya, jangan duduk sebelum orang tua duduk, jangan memanggilnya hanya dengan namanya saja.” Yang dimaksud jangan membantah adalah membantah orang tua ketika orang tua mengingatkan keras atau mengajari adab pada kita.2

Dari ‘Abdullah bin Zahr, ia berkata, “Termasuk durhaka pada orang tua adalah engkau memanggil orang tua dengan namanya saja dan engkau berjalan di depannya.” (Al-Majmu’, 8: 257)2

أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم

Khutbah Kedua : Berbakti kepada Orang Tua

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد و آله وصحبه ومن والاه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنَّ محمّداً عبده ورسولهُ

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah ta’ala

Diantara bentuk bakti seorang anak kepada orang tua, adalah memberikan nasihat agama dengan santun. Allah berfirman, 

يَٰٓأَبَتِ إِنِّي قَدۡ جَآءَنِي مِنَ ٱلۡعِلۡمِ مَا لَمۡ يَأۡتِكَ فَٱتَّبِعۡنِيٓ أَهۡدِكَ صِرَٰطٗا سَوِيّٗا

(Ibrahim berkata) Wahai ayahku! Sungguh, telah sampai kepadaku sebagian ilmu yang tidak diberikan kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. (Qur’an surat Maryam, ayat 43). 

Ini motifasi, agar seorang anak bersemangat menuntut ilmu agama dan kemudian menyampaikan pada orang tua. Inilah sebaik-baik hadiah bagi orang tua yang masih hidup. Ilmu yang menyelamatkan akhirat orang tua.

Tidak ada yang mampu mengamalkan itu semua kecuali mereka yang mendapat pertolongan Allah ta’ala.

إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Qur’an surat al-Fatihah, ayat 5)

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ. اللهُمَّ تَقَبَّل دُعَاءَ نَ يَارَبَّ العَالَمِين

اللهُمَّ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوابُ الرَّحِيم. 

رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ ومَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Penyusun : al-Fakir Abu Abdillah Farid Ibrahim

Diselesaikan : Gumuk Pasir Parangtritis 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Unduh versi *.pdf

Referensi :
1 https://muslim.or.id/47133-beberapa-bentuk-bakti-kepada-orang-tua.html
2 https://rumaysho.com/11813-tidak-boleh-menyebut-orang-tua-ulama-guru-dengan-namanya-saja.html

Tentang Kami

Website sebagianmalam.com adalah situs dakwah sunnah yang menyebarkan dakwah Islamiyah Ahlu Sunnah wal Jama’ah yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman para Sahabat ridwanullah ‘alaihim jami’an. Moto sebagianmalam.com adalah “Beriman, Kemudian Istiqamahlah.”

Materi sebagianmalam.com merupakan faedah ilmu dari majelis-majelis ilmiyah as-Salafy al-Atsari di D.I Yogyakarta. Muatan sebagianmalam.com terdiri dari Aqidah, Manhaj, Tafsir, Tarbiyah, Sirah Nabawi, Fatwa dan Faedah, Fiqih serta Muammalah.

Selengkapnya