بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
- Sebab Al-Qur’an adalah hidayah / petunjuk bagi manusia.
Tidak mungkin seseorang mendapat petunjuk Al-Qur’an kecuali dengan memehamai isikandungan Al-Qur’an.
2. Mentadaburi Al-Qur’an.
Al-Qur’an bukan hanya dibaca saca melainkan untuk ditadaburi isi kandungannya. Ustadz Musyaffa Adariny, Lc. M.A, menyebutkan, “Dahulu para salaf membaca Al-Qur’an untuk dapat mengamalkan isinya, adapun zaman ini orang membaca Al-Qur’an sebagai amalan.” Sungguh kebanyakan manusia membaca Al-Qur’an hanya sebagai rutinitas tanpa pernah ingin tahu isinya. Bahkan di bulan Ramadhan, Tadarus di masjid-masjid dijadikan sebagai perlombaan memperbanyak khatam tanpa memperdulikan makhrajul huruf dan tajwidnya.
3. Berpegang teguh pada Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah tali agama. Mengapa tali ini tidak boleh lepas? Karena agar sampai kepada Allah ﷻ jika lepas tali ini maka tidak akan sampai kepada Allah ﷻ.
4. Mempelajari Tafsir
Mempelajari tafsir adalah mempelajari Al-Qur’an itu sendiri. Sebaik-baik manusia yang mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an.
5. Berkumpul di majelis Al-Qur’an
Orang-rang yang berkumpul berdzikir kepada Allah, mentadaburi Al-Qur’an maka akan turun sakinah pada mereka. Ketenangan yang Allah berikan pada hati mereka, seraya Allah ﷻ menyebut-nyebut mereka di penduduk langit. Sakinah, Rahmat, Naungan Malaikat dan Allah akan menyebut mereka di penduduk langit.
Disusun di Gumuk Pasir Parangtritis, Senin 15 Ramadhan 1440 H/ 19 Mei 2019 dari Faedah Ilmu kajian Masjid Manunggal Bantul oleh Ustadz Abdullah Roy 23 Jumadi Tsani / 11 Maret 2018.

