Menumbuhkan Cinta Al-Qur’an di Bulan Ramadhan bag. 1
Al-Qur'an terbuka di atas meja

Menumbuhkan Cinta Al-Qur’an di Bulan Ramadhan bag. 1

Ramadhan bulannya Al-Qur’an. Mengapa bulan ini sarat dengan Al-Qur’an, tidak disanksikan lagi sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang batil.” (Al-Baqarah: 185)

Allah ta’ala memuji bulan Ramadhan diantara bulan-bulan yang lainnya, karena Allah memilih bulan ini sebagai bulan yang padanya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an yang agung. Sebagaimana Allah mengkhususkan bulan Ramadhan sebagai bulanditurunkan Al-Qur’an, Allahpun menurunkan kitab-kitabnya yang lain pada bulan ini.

Lembaran-lembaran Ibrahim diturunkan pada permulaan malam Ramadhan dan Kitab Taurat diturunkan pada tanggal 6 Ramadhan. Kitab Injil diturunkan pada tanggal 13 Ramadhan adapun Al-Qur’an diturunkan pada tanggal 24 Ramadhan.1

Bukankah Al-Qur’an diturunkan sepanjang perjalanan dakwah Rasulullah shallalhu alaihi wasallam? Benar, selama kurun waktu 23 tahun masa dakwah Al-Qur’an diturunkan berangsur-angsur untuk membedakan petunjuk dan kesesatan yang haq dan yang batil.2

وَقُرۡءَانٗا فَرَقۡنَٰهُ لِتَقۡرَأَهُۥ عَلَى ٱلنَّاسِ عَلَىٰ مُكۡثٖ وَنَزَّلۡنَٰهُ تَنزِيلٗا

“Dan Al-Qur’an telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu (Muhammad) membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian.” (Al-Isra, ayat 106)

Ibnu katsir dalam Tafsir Al-Quran Al-‘Azhim menyebutkan, Allah menurunkan Al-Qur’an pada Bulan Ramadhan secara sekaligus dari Lauh Mahfuz ke baitul Izzah di langit yang terdekat, kemudian barulah berangsur-angsur diturunkan pada Rasulllah shalallahu alaihi wasalam sesuai dengan kejadian-kejadian selama kurun 23 tahun.3

Tak ayal, Ramadhan semestinya menjadi penyemangat untuk semakin mencintai Al-Qur’an. Tentu menambah hafalan dan muraja’ah berkali-kali di bulan ramadhan adalah nikmat yang besar. Kita mengkhatamkan Al-Qur’an meski sekali, ini yang diharapkan. Bahkan jika tidak mampu khatampun, paling tidak sisipkan tadabur Al-Qur’an setiap kali membacanya. Buka tafsirnya, pahami dalami maknanya sehingga menumbuhkan kecintaan, rasa harap dan takut kepada Allah.

Atau bahkan diantara kita yang masih terbata-bata dalam membaca Al-Qur’an, itupun tetap mendapatkan pahala. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan sabdanya.

 وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ 

“Orang yang membaca Al-Qur’an dan dia terbata-bata didalamnya serta dia mengalami kesulitan, dia itu mendapat dua pahala.” (H.R Muslim)

Al-Qur’an, masih menunggumu mencintainya. Tersisa malam-malam di sepuluh akhir Ramadhan ini. Jangan lewatkan Ramadhan tanpa tanda cinta pada Al-Qur’an.

Wallahu alam bishawab
Masjid Abdurrahman bin Auf (MABA)
Kasongan 26 Ramadhan 1442 / 8 Mei 2021

Catatan Kaki
[1] Tafsir Ibnu Katsir
[2] Tafsir As Sa’di
[3] Tafsir Ibnu Katsir

Tentang Kami

Website sebagianmalam.com adalah situs dakwah sunnah yang menyebarkan dakwah Islamiyah Ahlu Sunnah wal Jama’ah yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman para Sahabat ridwanullah ‘alaihim jami’an. Moto sebagianmalam.com adalah “Beriman, Kemudian Istiqamahlah.”

Materi sebagianmalam.com merupakan faedah ilmu dari majelis-majelis ilmiyah as-Salafy al-Atsari di D.I Yogyakarta. Muatan sebagianmalam.com terdiri dari Aqidah, Manhaj, Tafsir, Tarbiyah, Sirah Nabawi, Fatwa dan Faedah, Fiqih serta Muammalah.

Selengkapnya