بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
“Katakanlah (hai Muhammad): “hanya milik Allah lah syafaat itu semuanya.” (Qur’an Surat az zumar ayat 44).
“Dan berapa banyak malaikat di langit, syafa’at mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengiizinkan (untuk diberi syafaat) bagi siapa saja yang dikehendaki dan diridhai-Nya.” (QS. An Najm: 26).
Dan diberitakan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam : “bahwa beliau pada hari kiamat akan bersujud kepada Allah dan menghaturkan segala pujian kepada-Nya, beliau tidak langsung memberi syafa’at lebih dahulu, setelah itu baru dikatakan kepada beliau shalallahu ‘alaihi wasallam: “Angkatlah kepalamu, katakanlah niscaya ucapanmu pasti akan didengar, dan mintalah niscaya permintaanmu akan dikabulkan, dan berilah syafa’at niscaya syafa’atmu akan diterima”.(HR. Bukhari dan Muslim)
Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bertanya kepada beliau shalallahu ‘alaihi wasallam: “siapakah orang yang paling beruntung mendapatkan syafa’atmu? Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “yaitu orang yang mengucapkan laIlaha Illallah dengan ikhlas dari dalam hatinya”. (HR.Bukhari dan Ahmad)
Syafa’at yang ditetapkan ini adalah syafaat untuk Ahlul Ikhlas Wattauhid (orang-orang yang mentauhidkan Allah dengan ikhlas karena Allah semata) dengan seizin Allah; bukan untuk orang yang menyekutukan Allah dengan yang lain-Nya.
Kandungan bab ini:
- Qur’an surat Az zumar ayat 44 menunjukkan bahwa syafa’at seluruhnya adalah hak khusus bagi Allah ta’ala.
- Qur’an surat An Najm ayat 26 menunjukkan bahwa syafa’at itu diberikan oleh orang yang diridhai Allah dengan izin dari-Nya. Dengan demikian syafaat itu adalah hak mutlak Allah, tidak dapat diminta kecuali dari-Nya; dan menunjukkan pula kebatilan syirik yang dilakukan oleh kaum musyrikin dengan mendekatkan diri kepada malaikat, nabi atau orang orang shalih serta kuburan orang-orang shalih untuk meminta syafaat mereka.
- Syafa’at yang ditetapkan adalah syafa’at untuk orang-orang yang bertauhid dengan ikhlas, dan dengan izin Allah.
- Syafa’at itu tidak diberikan kepada orang yang menyekutukan Allah.
Sumber: Kitab Tauhid - Syaikh Muhammad At-Tamimi Rahimahullah




