Tidak Ada Sesuatu Apapun yang Berhak Diibadahi Selain Allah Ta’ala

Tidak Ada Sesuatu Apapun yang Berhak Diibadahi Selain Allah Ta’ala

Saudaraku,

berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya dan kepada dirinya sendiripun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan.” (Qur’an surat Al A’raf ayat 191-192).

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

“Apakah mereka mempersekutukan (Allah) dengan berhala-berhala yang tidak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang, dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya dan kepada dirinya sendiripun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan.” (Qur’an surat Al A’raf ayat 191-192).

Imam Bukhari meriwayatkan dalam shahihnya, dari Abu Hurairah radhiallahu anhu ia berkata: “ketika diturunkan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam firman Allah dalam
Qur’an surat Asy Syu’ara ayat 214

“Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat.”

Beliau berdiri dan bersabda: “Wahai orang-orang Quraisy, tebuslah diri kamu sekalian (dari siksa Allah dengan memurnikan ibadah kepadaNya). Sedikitpun aku tidak bisa berbuat apa-apa dihadapan Allah untuk kalian. Wahai Abbas bin Abdul Muthalib, sedikitpun aku tidak bisa berbuat apa-apa untukmu dihadapan Allah, wahai Shafiyah bibi Rasulullah, sedikitpun aku tidak bisa berbuat apa-apa untukmu dihadapan Allah nanti, wahai Fatimah binti Rasulillah, mintalah kepadaku apa saja yang kau kehendaki, tapi sedikitpun aku tidak bias berbuat apa-apa untukmu dihadapan Allah nanti”.

Beliau berdiri dan bersabda: “Wahai orang-orang Quraisy, tebuslah diri kamu sekalian (dari siksa Allah dengan memurnikan ibadah kepadaNya). Sedikitpun aku tidak bisa berbuat apa-apa dihadapan Allah untuk kalian. Wahai Abbas bin Abdul Muthalib, sedikitpun aku tidak bisa berbuat apa-apa untukmu dihadapan Allah, wahai Shafiyah bibi Rasulullah, sedikitpun aku tidak bisa berbuat apa-apa untukmu dihadapan Allah nanti, wahai Fatimah binti Rasulillah, mintalah kepadaku apa saja yang kau kehendaki, tapi sedikitpun aku tidak bias berbuat apa-apa untukmu dihadapan Allah nanti”.

Kandungan bab ini:

  1. Al A’raf: 191-192 menunjukkan kebatilan syirik mulai dari dasarnya, karena makhluk yang lemah ini, yang tidak mempunyai kekuasaan apa-apa, tidak dapat dijadikan sebagai sandaran sama sekali; dan menunjukkan pula bahwa Allah lah yang berhak dengan segala macam ibadah yang dilakukan manusia.
  2. Kisah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam ketika diturunkan kepada beliau firman Allah “Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat”, menunjukkan kesungguhan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dalam hal ini, yakni peringatan akan bagi manusia untuk mentauhidkan Allah ‘azza wajalla sehingga beliau melakukan sesuatu yang menyebabkan dirinya dituduh gila, demikian halnya apabila dilakukan oleh orang mukmin pada masa sekarang.
  3. Jika beliau sebagai pemimpin para rasul telah berterus-terang tidak bisa membela putrinya sendiri pemimpin kaum wanita di jagat raya ini, dan jika orang mengimani bahwa apa yang beliau katakan itu benar, kemudian jika dia memperhatikan apa yang terjadi pada diri kaum khawash dewasa ini, maka akan tampak baginya bahwa tuhid ini sudah ditinggalkan, dan tuntunan agama sudah menjadi asing.
  4. Kaum Khowash ialah: orang-orang tertentu yang ditokohkan dalam masalah agama, dan merasa bahwa dirinya patut diikuti, disegani dan diminta berkah doanya. Hal ini menjadi salah satu sebab rusaknya aqidah dan ketauhidan kaum muslimin di masa ini.

Sumber: Kitab Tauhid – Syaikh Muhammad At-Tamim Rahimahullah

Tentang Kami

Website sebagianmalam.com adalah situs dakwah sunnah yang menyebarkan dakwah Islamiyah Ahlu Sunnah wal Jama’ah yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman para Sahabat ridwanullah ‘alaihim jami’an. Moto sebagianmalam.com adalah “Beriman, Kemudian Istiqamahlah.”

Materi sebagianmalam.com merupakan faedah ilmu dari majelis-majelis ilmiyah as-Salafy al-Atsari di D.I Yogyakarta. Muatan sebagianmalam.com terdiri dari Aqidah, Manhaj, Tafsir, Tarbiyah, Sirah Nabawi, Fatwa dan Faedah, Fiqih serta Muammalah.

Selengkapnya